KETIKA CINTA RETAK KARENA RIBA
Ada banyak rumah tangga yang tidak hancur karena miskin,
tapi hancur karena riba mencuri sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang:
rasa percaya.
---
❤️ Ketika Cinta Retak Karena Riba
Riba tidak selalu datang sebagai angka.
Kadang ia datang sebagai:
• suara ketukan keras di depan pintu,
• panggilan dari nomor tak dikenal,
• ancaman dari penagih yang tak tahu adab,
• dan tatapan istri yang tiba-tiba penuh ketakutan…
Istri bertanya dalam hati:
“Kenapa ada orang mencari suamiku dengan cara seperti ini?”
“Kami sebenarnya sedang menyembunyikan masalah apa?”
“Apakah rumah ini masih aman?”
Dan suami—yang mungkin niatnya ingin menolong keluarga—
terjebak dalam rasa malu,
lalu mulai menyembunyikan.
Bukan karena jahat.
Tapi karena takut terlihat gagal.
Di titik itu,
cinta mulai retak bukan karena masalahnya…
tetapi karena rahasianya.
---
🔥 Riba Menggerogoti dari Dalam
Riba itu seperti rayap:
tidak merusak rumah dari luar,
tetapi dari dalam kayu—sunyi, halus, perlahan—
sampai suatu hari bangunan tiba-tiba patah.
Begitu pula rumah tangga:
✓ awalnya hanya telat bayar
✓ lalu gali lubang tutup lubang
✓ lalu suara penagih makin kasar
✓ lalu suami semakin diam
✓ lalu istri semakin gelisah
✓ lalu komunikasi terputus
Karena sebenarnya:
istri bukan takut miskin…
istri takut tidak lagi mengenali suami yang ia cintai.
Yang dulu jujur, kini banyak diam.
Yang dulu terbuka, kini sering gelisah.
Yang dulu mengajak bicara, kini menutup diri.
Bukan uangnya yang menyakitkan.
Tapi kehilangan tempat bersandar.
---
🌙 Ketika Riba Mengusik Rasa Aman
Ada istri yang memeluk lututnya sendiri di kamar,
menunggu suaminya pulang
sambil berpura-pura kuat di depan anak-anak.
Ada suami yang duduk lama di motor,
tidak berani masuk rumah
karena tidak tahu bagaimana menjelaskan tagihan yang datang.
Sementara Allah sudah mengingatkan kita:
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ
(QS. Al-Baqarah: 279)
“Jika kalian tidak meninggalkan riba,
maka umumkanlah perang dengan Allah.”
Perang itu bukan hanya berupa murka—
kadang ia berupa retaknya rumah,
beratnya hati,
hilangnya ketenangan,
dan jarak yang tiba-tiba tercipta di antara dua orang
yang sebenarnya masih saling mencintai.
---
💔 Riba Merusak Kepercayaan Sebelum Merusak Keuangan
Suami mulai merasa tidak pantas.
Istri mulai merasa tidak aman.
Keduanya mulai memendam.
Dan jarak semakin lebar.
Padahal dulu mereka menikah untuk berjuang bersama.
Bukan untuk saling bersembunyi.
Tidak ada cinta yang kuat
jika tidak ditopang oleh kejujuran.
---
🌱 Namun, Retakan Bukan Akhir
Allah tidak membiarkan rumah tangga pecah begitu saja.
Allah memberi jalan pulang:
• taubat,
• duduk bersama,
• jujur meski pahit,
• berhenti bersembunyi,
• meminta maaf,
• dan melawan riba bersama-sama.
Karena sesungguhnya,
Allah mencintai pasangan yang kembali memeluk takdirnya:
“Engkau jatuh, aku bantu bangkit.
Engkau salah langkah, aku luruskan.
Engkau terjebak riba, kita lawan bersama.
Kita bukan musuh. Kita satu tim.”
Dan di situlah cinta kembali tumbuh—
bukan karena hidup menjadi mudah,
tapi karena luka itu mereka rawat sama-sama.
---
🌤 Keluarga yang Bertobat dari Riba Akan Dilapangkan Allah
Allah tidak pernah meninggalkan hamba yang ingin kembali.
Bahkan jika malam-malam mereka masih menangis,
Allah sudah mulai menguatkan langkahnya.
Karena rumah tangga yang taubat dari riba
bukan sekadar keluar dari hutang…
tetapi keluar dari gelap menuju cahaya.
---
✒️ Gunungkidul, 8 Desemner 2025
Sember artikel
Sutrisno Nurhumaedi
Pendamping Keluarga Korban Riba



Komentar
Posting Komentar